Wednesday, July 24, 2013

Goddess of Fire Recap Episode 5


Akhirnya setelah menunggu selama 4,5 episode para pemeran utama muncul di drama ini dengan keunikan dan kehebatan masing-masing. Moon Geun Young, Lee Sang Yoon, Kim Bum, dan Lee Kwang Soo akhirnya muncul dan menimbulkan sedikit kesalahpahaman diantara mereka. Kwang Soo in particular is hilariously funny!!
EPISODE 5
          Gwanghae dan Taedo berkuda menuju rumah Jung untuk meyakinkan Jung bekerja di Bunwon. Seperti di akhir episode 4, orang suruhan Kangchon, yang bernama Mapoong, pergi menyelinap ke rumah Jung. Ayahnya mengajak Jung ikut ke Bunwon, tetapi Jung menolak. Saat Jung pergi Mapoong datang dan akan membunuh Euldam dengan alasan dia adalah yang pengrajin keramik terbaik di Joseon dan hal itu akan menghambat Kangchon. Jung datang menolong tetapi mereka kalah dari pembunuh bayaran itu. Ayahnya ditusuk di bagian perut dan punggung, ayahnya pun sekarat. Taedo dan Gwanghae datang membantu dan bertarung melawan Mapoong. Sementara itu Euldam mengucapkan kata-kata terakhirnya ke Jung tetapi belum sempat menyelesaikan kata-katanya ia keburu meninggal.
          Jung berteriak histeris, Gwanghae datang ke arahnya tetapi hanya bisa terpaku. Taedo melawan Mapoong di hutan dan walaupun kalah, ia sempat menggores lengan lawannya dengan pedang. Taedo datang ke rumah Jung dan mendapati Jung pingsan. Sementara di tempat lain Kangchon puas karena berhasil membunuh Euldam karena menurutnya di bumi dua matahari tidak dapat terbit bersamaan (tidak mungkin ada 2 pemimpin di satu tempat). Esoknya Gwanghae mengabari Kangchon dan Kangchon pura-pura sedih karena temannya tiada. Setelah itu Kangchon bertemu PM yang berkomplot dengan dirinya.
       Di rumah Jung, Taedo dengan setia merawatnya. Saat ia tersadar, ia bingung karena ayahnya tidak ada di rumah (efek pasca ditinggal orang tersayang). Jung tidak bisa menerima kenyataan kalau ayahnya sudah tiada. Jung pun teringat kenangan-kenangan bersama ayahnya.
        Kangchon pergi menemui pedagang wanita yang bernama Chun. Chun bertanya kenapa ayah Jung keluar dari Bunwon. Kangchon menjawab karena ia adalah kriminal. Tiba-tiba Jung masuk dan mengkonfrontasi Kangchon. Jung tidak percaya ayahnya kriminal. Kangchon bercerita ayahnya pernah meracuni Selir Gongbin jadi ia dihukum, tetapi ia mendapat amnesti sehingga diperbolehkan menghirup udara bebas. Jung tidak dapat menerima itu. Kangchon malah semakin memperkeruh suasana dan memecahkan keramik buatan Euldam (drama ini hobi menunjukkan adegan orang memecahkan keramik, entah itu Jung, Kangchon, Imhae atau Hwaryung). Jung semakin marah dan bersumpah ia akan menjadi pengrajin keramik terbaik di Joseon demi membersihkan nama ayahnya dan supaya Kangchon mau minta maaf ke ayahnya. Kangchon hanya tertawa.
     Jung membulatkan tekad untuk menjadi pengrajin keramik. Namun, pedagang Chun mengingatkan bahwa dirinya adalah wanita dan tidak akan bisa menjadi seniman keramik apalagi orang yang tadi ia konfrontasi adalah Kangchon, sang master keramik di Bunwon. Jung pergi menemui Taedo lalu mereka berdua pergi ke tebing diatas sungai. Jung akan bunuh diri tapi dihentikan oleh Taedo. Akhirnya ia mengutarakan niatnya ke Taedo bahwa ia akan belajar keramik dan sementara ini ia akan bersembunyi. Ia lalu melempar sepatunya agar orang mengira ia sudah tiada (drama ini bener-bener suka klise, sekarang kematian palsu yang menjadi klise). Ia berjanji akan menemui Taedo lima tahun lagi. Taedo melepas sepatunya dan memberikannya ke Jung. Ia bahkan menalikan sepatu ke kaki Jung agar tidak terlepas karena sepatunya kebesaran. Jung akhirnya pergi untuk belajar keramik ke gurunya. Kabar Jung yang telah tewas sampai ke Gwanghae. Gwanghae menemukan sepatu Jung dan menyalahkan Taedo karena tidak menjaga Jung. Taedo hanya terdiam. Di kamarnya Gwanghae memegang sepatu Jung sambil berkata, “Jung, bagiku kamu adalah orang yang paling menyakitkan dan paling tidak toleran,”.
Sedangkan Taedo memegang sepatu Jung yang lain dan membatin, “Jung, alasanku melepaskanmu adalah karena aku takut kehilanganmu. Orang itu bukanlah bandit biasa, tetapi pembunuh. Saat kamu menyembunyikan diri, aku akan memperkuat diriku untuk melindungimu dari orang itu. Jung ah…” Oh, so sweet, dicintai sama 2 cowok keren dan ganteng hati Jung pasti meleleh.. Hahhaha
Sementara itu Jung datang ke rumah gurunya. Awalnya gurunya menolak karena ia wanita. Namun, setelah Jung membuktikan dirinya tidak akan menyerah, salah satunya dengan diam ditempat walau hujan deras membasahi sekujur tubuhnya (sekali lagi adegan alay di drama ini yang terlalu overdramatis dan klise) akhirnya gurunya mengijinkan Jung belajar membuat keramik. Jung dengan rajin membantu gurunya bersih-bersih, memasak, mengangkat air, menjemur pakaian, sampai-sampai ia  merasa sebagai pelayan, bukan murid. Ha. Dan akhirnya dalam satu adegan menjemur pakaian, Jung dewasa (Moon Geun Young) muncul. Di tempat lain, Taedo muda memanah dan yang mengambil panahnya adalah Taedo dewasa (Kim Bum).. Kyaa.. Hwaryung muda berhitung dan muncullah Hwaryung dewasa (Seo Hyun Jin). Begitu pula Yukdo dewasa (Park Geun Hyung), Imhae yang masih suka minum-minum dan ditemani gisaeng (Lee Kwang Soo!!) dan Gwanghae dewasa (Lee Sang Yoon) yang berbaring di dalam jebakan untuk mengenang Jung.
Jung sekarang sudah mengerti cara pembuatan keramik dan menjelaskan ke gurunya air mana yang paling cocok untuk dicampur tanah liat. Jung berkata bahwa keramik gurunya tidak akan bernilai banyak disini. Ia akan pergi ke ibukota Hanyang dengan memakai pakaian pria (so cute!!) untuk menjual keramik dan membeli obat untuk gurunya. Di istana raja menghadiahi Gwanghae sabuk giok yang sangat berharga atas jasa Gwanghae di Bunwon. Imhae cemburu dan tanpa diketahui Gwanghae ia pergi membawa sabuk giok itu.
Rupanya Imhae pergi ke rumah gisaeng (gibang). Ia bersenang-senang seperti orang gila. Di waktu yang sama Jung datang dan menawarkan keramik ke rumah gisaeng. Keramiknya hanya dihargai sejumlah aksesoris wanita. Namun, ia kemudian ditinggal sendiri karena ada rumor Pangeran Gwanghae datang. Disisi lain ternyata Imhae mengaku sebagai Gwanghae dan ia membuktikannya dengan memperlihatkan sabuk giok. Namun, begitu ia tahu bahwa ada menteri datang berkunjung ia berlari dan bersembunyi. Ia kemudian bersembunyi di ruangan Jung. Jung kaget dan mengira ia Gwanghae. Setelah keadaan aman, Imhae pergi dan meninggalkan sabuknya di ruangan Jung. Jung bertanya-tanya betapa berbedanya Gwanghae muda dengan Gwanghae yang baru ditemuinya.. Hahhahaha (saya tidak bisa berhenti tertawa begitu melihat adegan ini karena adegan ini diisi potongan adegan Gwanghae muda yang tampan dan diakhiri dengan wajah Imhae yang menyamar sebagai Gwanghae). Jung berpikir bahwa tugas pangeran pastilah berat sampai wajahnya berubah sedemikian rupa. Tapi ia baru menyadari sabuk yang tertinggal dan mengejar Imhae. Imhae yang panik malah memintanya menjaga sabuk itu dan Jung juga disuruh membayar tagihannya.
Jung kaget dan tidak tahu apa-apa tetapi semua aksesoris yang tadi dipakai untuk membayar keramik berganti menjadi milik kepala gisaeng lagi. Jung hanya geleng-geleng kepala. Sementara itu PM dan Pedagang Chun datang berkunjung dan mengetahui kalau sabuk giok Gwanghae dibawa oleh pemuda (Jung). Pedagang itu kemudian menyuruh Taedo mencuri sabuk giok dari pemuda tadi. Besoknya, Gwanghae baru tahu kalau sabuknya lenyap dan Imhae menyuruhnya mencarinya ke rumah gisaeng. Jung kembali ke rumah gisaeng, sebelum ia sempat membuka gerbang rumah gisaeng, sabuknya dicuri Taedo yang masih sempat tersenyum ke arah Jung(pencuri sabuk dan pencuri hati). Jung berteriak pencuri dan minta tolong dan saat itu juga seorang gisaeng membuka pintu dan membawanya ke Gwanghae. Sedangkan Taedo memegang sabuk itu dan duduk diatas tebing.
KESIMPULAN
           Banyak sekali yang terjadi di episode ini, mulai dari pembunuhan ayahnya Jung, konfrontasi Jung dengan Kangchon, tekad Jung untuk menjadi pembuat keramik, kematian palsunya yang hanya diketahui Taedo dan pertemuan kembali Jung dengan Taedo dan Gwanghae. Episode ini juga merupakan yang paling lucu dan segar dengan salah satu adegan terlucu dalam sebuah drama sejauh ini. Aktris pemeran Jung muda memang menarik, tetapi masih belum dapat mengalahkan kelucuan dan keimutan Moon Geun Young. Sejauh ini MGY masih menunjukkan sifat humoris dan ingin tahu. Sedangkan Jung muda kebanyakan berakting serius atau menangis. Setidaknya dengan Kwangsoo sebagai Imhae kita bisa mengharapkan banyak adegan lucu, baik yang disengaja maupun tidak. Satu hal yang saya cermati adalah cara Jung mengucapkan kata guru “sonsaengnim” dalam bahasa Korea. Jin Ji Hee mengucapkan “sonsaengnim”  tetapi MGY mengucapkannya dengan cepat hampir terdengar “susungnim”. Entah karena faktor dialek atau apa tetapi dalam 2 drama MGY yang bergenre sageuk ia selalu mengucapkan kata guru seperti itu. Overall, walaupun banyak adegan klise, drama ini patut untuk ditonton karena mengulas pekerjaan yang jarang dilirik orang, yakni pembuat keramik.








No comments:

Post a Comment